Ubah Gaya Hidup untuk Bumi

11/12/2011 14:34

 

Green Festival kembali digelar untuk keempat kalinya pada tahun ini. Setelah digelar di Bandung 24-26 November 2011 lalu, Kamis (1/12/2011)  hari ini, Green Festival resmi dibuka di Jakarta dan akan berlangsung hingga 4 Desember mendatang. Pembukaan berlangsung di halaman Bentara Budaya Jakarta.

Pameran ini terselenggara atas kemitraan beberapa korporat, yakni PT Pertamina PERSERO, Sinarmas APP, PT Tirta Investama (Danone AQUA), Tupperware, Kompas, Metro TC dan jaringan data FeMale Indonesia. Selain di Bandung dan Jakarta, pameran juga akan diadakan di Surabaya pada 9-11 Desember 2011.

Green Festival tahun ini mengambil tema "Gaya Hidupku untuk Bumi". Tema ini diambil seiring adanya tantangan global warming dan perubahan iklim. Pameran tahun ini berupaya menunjukkan cara mengatasiglobal warming dan perubahan iklim yang bisa dilakukan oleh setiap individu secara sederhana.

Nugroho F Yudho, panitia penyelenggara Green Festival mengatakan, "20-30 gas rumah kaca berasal dari emisi perorangan. Mulai saat bangun tidur ada AC, lalu mandi dengan water heater, ke kantor dengan mobil, semua pakai listrik. Listrik dari bahan bakar fosil menyumbang 66 persen emisi. Kalau gaya hidup berubah maka bisa membantu mengatasi perubahan iklim."

Lebih lanjut, Nugroho mengatakan bahwa Green Festival bisa mengungkap masalah perubahan iklim yang rumit menjadi sederhana. Pameran dibagi menjadi beberapa zona merepresentasikan sektor yang menyumbang pada masalah perubahan iklim. Ada zona iklim, energi, pohon, sampah, transportasi dan air.

Zona energi menyajikan cara menggunakan energi secara efisien dan memperkenalkan salah satu energi alternatif dari Matahari. Zona iklim menyajikan patung es pinguin yang meleleh, menunjukkan konsekuensi perubahan iklim bagai hewan kutub. Zona pohon di antaranya mengajak masyarakat untuk menanam lebih banyak pohon.

Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, mengungkapkan, "Green Festival merupakan prakarsa masyarakat sipil untuk memberi kontribusi dalam menyelamatkan Bumi dari perubahan iklim. Pada Green Festival berikutnya, mudah-mudahan tercipta jaringan masyarakat sipil untuk mewujudkan langkah menyelamatkan Bumi."

Malik Sjafei Saleh dari jaringan data FeMale Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk jaringan ibu-ibu rumah tangga bernama "Green Mom" di mana di ajang ini juga dibuka kesempatan mendaftar. Ia berharap, ke depan komunitas itu bisa ikut berperan serta mengatasi soal perubahan iklim.

Sumber : Kompas