Trik Menyisihkan Waktu untuk Menulis

22/01/2012 15:05

Mencari waktu untuk menulis segala ide kreatif yang terlintas di kepala, atau mengerjakan tugas ilmiah menjadi hal yang sulit dilakukan bagi para pekerja. Apalagi, jika Anda menjalani studi di tengah kesibukan tugas-tugas profesional lainnya. Maka, hal yang harus dilakukan adalah memilih waktu yang memang bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas menulis. Ada triknya, mencuri waktu di sela seabrek rutinitas sehari-hari. Ikuti trik ini!  

Langkah 1:
Carilah tempat yang memberikan kenyamanan, jauh dari kebisingan atau gangguan. Tak ada orang lain selain Anda yang memanfaatkan ruang tersebut. Bisa saja, ruangan itu menjadi tempat kerja Anda yang berada di salah satu sudut rumah, basement, dan lain-lain. 

Langkah 2:
Buatlah jadwal aktivitas Anda sehari-hari dan kenali waktu luang yang bisa Anda manfaatkan untuk menulis. Misalnya, jika pada hari Kamis-Sabtu waktu Anda penuh dengan berbagai aktivitas, maka Anda bisa meluangkan waktu di hari Minggu hingga Rabu. Setelah mengetahui waktu yang bisa dimanfaatkan, cobalah untuk konsisten memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. 

Langkah 3:
Matikan TV. Jika ada anggota keluarga atau teman sekamar yang keberatan, maka Anda bisa pindah ke ruangan lain untuk menulis. Sementara seisi rumah menonton TV, maka itu waktu utama Anda dapat menulis tanpa gangguan.

Langkah 4:
Tentukan tujuan menulis! Kebanyakan penulis menemukan bahwa tujuan kerja lebih penting daripada waktunya. Beri tenggat waktu secara konsisten pada diri Anda. Misalnya, Anda dapat menyelesaikan satu artikel dalam seminggu atau tiga hari menghasilkan 3 halaman perhari. Pertahankan!

Langkah 5:
Atur waktu untuk menulis. Sangat mudah mendapatkan gangguan dan terkadang di akhir waktu menulis, ternyata Anda tidak mendapat hasil apa-apa. Luangkan waktu 15-20 menit untuk mengosongkan pikiran hingga menemukan kata-kata untuk menulis. 

Langkah 6: 
Jika sehari-hari kegiatan Anda sangat padat, maka cobalah untuk mencuri waktu untuk menulis. Bawa laptop atau notebook dan pena kemana pun Anda pergi. Misalnya, Saat sedang duduk di ruang tunggu dokter, atau di dalam mobil saat menunggu anak Anda sekolah. Hal tersebut berguna mengisi waktu Anda untuk menulis atau sekadar menuangkan ide yang terlintas. Atau bahkan bisa sampai menambahkan satu paragraf dalam artikel atau tugas studi Anda.

Langkah 7:
Uraikan tulisan menjadi bagian-bagian kecil. Daripada berpikir menulis satu buku, lebih baik memecahkan tulisan tersebut menjadi beberapa bab atau bagian. Buatlah garis besar tulisan Anda di awal dan fokus menulis di setiap bagian lainnya sebelum menempatkan semua bagian tersebut menjadi satu. 

Langkah 8:
Kerjakan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu untuk menghindari “writer’s block”. Setelah Anda mendapatkan diri mencapai titik jenuh pada satu pekerjaan, atau jika ide kreatif Anda sedang buntu, mulailah pekerjaan yang lain. Kemudian ketika Anda kembali ke pekerjaan sebelumnya, maka mata Anda akan terasa lebih segar.

 

Sumber : Kompas