Indonesia Butuh Sedikitnya 10 Data Center Khusus

22/01/2012 14:21

Untuk memenuhi kebutuhan akses internet cepat yang kian haus bandwidth besar, Indonesia diperkirakan butuh sedikitnya 10 data center yang dibangun secara khusus.

Menurut pengalaman dari perusahaan penyedia data center komersil di Asia Tenggara, CSF Group, Singapura yang pelanggan internetnya cuma 3 juta orang saja punya data center seluas 200 ribu m2.

"Sementara kita di Indonesia dengan user internet 20 juta lebih cuma punya 20-30 ribu m2. Untuk mengejar ketertinggalan dari Singapura, kita perlu sedikitnya membangun 10 data center lagi," kata Daniel Korompis, Presiden Direktur Cyber CSF kepada detikINET, Selasa (3/1/2011).

Sementara menurut Wong Ka Vin, Managing Director CSF Asia Pte Ltd, CSF Group, kebutuhan untuk membangun data center tak mesti berpatokan kepada jumlah populasi penduduk.

"Indonesia pastinya punya populasi penduduk jauh lebih besar dibandingkan Singapura. Tapi kebutuhan untuk membangun data center itu berdasarkan pertumbuhan bisnis," kata dia.

Ia pun memperkirakan dengan kondisi Indonesia saat ini yang tengah gencar membangun infrastruktur internet seperti seluler 3G dan 4G LTE serta BWA, maka pengembangan kapasitas data center yang dibutuhkan hanya 10-15% per tahunnya.

"Data center bukanlah bisnis yang seksi. Hanya pengembangan infrastruktur saja. Tapi ini krusial untuk pengembangan masyarakat digital di suatu negara, khususnya di Indonesia," pungkasnya.

Cyber CSF sendiri merupakan perusahaan yang dibentuk khusus oleh CSF Group asal Malaysia untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia. Perusahaan ini menginvestasikan dana USD 100 juta untuk membangun gedung data center khusus seluas 10 ribu m2 untuk kapasitas 4000 rak server.

 

Sumber : Detikinet