Badai Monster di Utara Saturnus

11/12/2011 14:48

 

Pada pertengahan September 2004, pesawat luar angkasa NASA, Cassini, mencatat badai di daerah belahan bumi utara ketika mengorbit Planet Saturnus. Badai itu tak terlalu besar, dan disebut "Dragon Storm".

Namun beberapa waktu lalu, Cassini kembali merekam kenampakan badai serupa di Saturnus, yang terjadi tepatnya bulan Desember 2010 hingga Juni 2011, tapi dalam skala sangat besar dibandingkan badai sebelumnya.
Dua belas gambar yang terekam menunjukkan atmosfer Saturnus serta cincinnya yang diselimuti mozaik warna-warna menakjubkan. Warna merah dan jingga nampak, mengindikasikan awan yang berada di kedalaman atmosfer. Kemudian warna hijau dan kuning yang paling terlihat di bagian atas, mengindikasikan awan yang berada di antara atau awan tengah; dan beberapa warna biru dan putih, mengindikasikan awan tinggi serta kabut.
Berdasarkan catatan NASA, badai tersebut merupakan badai dengan rekor terlama dalam dua dekade, mengalahkan badai di tahun 1903 yang bertahan selama lima bulan. Cakupan wilayah badai mencapai 5 miliar kilometer persegi atau 10 kali lipat luas permukaan Bumi.

Sumber: nasa.gov