Il Volo: Kami Tak Menyangka Disukai Banyak Anak Muda

30/07/2011 11:07

Dua tahun yang lalu, Piero Barone (18), Ignazio Boschetto (17), dan Gianluca Ginoble (16) mungkin hanya sekadar remaja biasa yang hobi menyanyi. Sekarang, tiga lelaki asal Italia ini tampil di berbagai acara televisi di dunia, mulai dari The Larry King Show, American Idol, hingga jadi cameo di musim kedelapan serial Entourage yang akan segera ditayangkan. Jika dulu mereka bisa menjalani hari-hari mereka dengan bebas, sekarang kesibukan mereka dipenuhi oleh tur keliling dunia, wawancara dengan puluhan media, dan melayani permintaan foto serta tanda tangan dari para penggemar.

Mengejutkan, tapi menyenangkan. Itulah yang digambarkan para personel Il Volo tentang popularitas mereka yang mulai mendunia. Namun bukan berarti Piero, Gianluca, dan Ignazio jadi besar kepala. Saat menggelar show di Singapura tanggal 25-26 Juli lalu, Il Volo sempat duduk bersama Yahoo! Indonesia OMG dan berbicara tentang jalan mereka menuju kesuksesan. Dan seperti halnya remaja usia 16, 17, dan 18 tahun, mereka juga tak hentinya bercanda dan menebar tawa.

Piero, Gianluca, dan Ignazio. (Foto: Lika/Yahoo!)

Siapa yang pertama kali mengenalkan kalian pada musik pop opera?

Gianluca: Kami semua dikenalkan pada musik, semu jenis musik, oleh kakek kami. Termasuk musik opera. Tapi tipe musik yang kami nyanyikan bukan opera, melainkan operatic pop atau crossover. Di album kami tidak ada lagu-lagu opera seperti Nessun Dorma dan sebagainya. Nyanyi opera itu sulit, persiapannya butuh waktu awal. Di album, kami membawakan lagu-lagu modern juga.

Piero: Kakek saya penulis lagu. Dulu waktu beliau sedang menulis lagu, saya duduk di ayunan sambil menyanyikan lagu itu. Kakek saya penglihatannya buruk, jadi waktu itu dia bertanya, "Siapa itu yang menyanyi? Siapa itu yang menyanyi?" Dari situlah semua dimulai.

Gianluca: Kakek saya mendengarkan musik Bocelli, Pavarotti, tapi beliau suka Michael Buble juga. Saya juga tidak membatasi diri pada musik seperti itu, saya bisa menyanyikan lagu dari berbagai genre.

Ignazio: Saya mulai main musik di kamar, sambil main piano. Beberapa anggota keluarga saya memang penyanyi dan musisi. Kakek saya dulu pemain harmonika. Tapi kami bertiga belajar menyanyi sejak umur satu tahun, pada guru yang sama.

Kalian awalnya ikut kontes menyanyi sendiri-sendiri, tapi akhirnya sekarang malah jadi trio. Mana yang lebih enak?

Piero: Saat itu memasuki episode keempat, produser meminta kami bernyanyi bertiga. Ternyata kami cocok. Kami lebih suka menyanyi bertiga.

Ignazio: Bertiga lebih gampang, karena kalau Piero atau Gianluca butuh bantuan, saya bisa membantu. Begitu pun sebaliknya. Kami bertiga adalah satu tim.

Bagaimana rasanya mendapat kesempatan diwawancara Larry King, main di hadapan Ratu Rania dari Jordania, dan tampil di American Idol?

Gianluca: Kami selalu merasakan campur aduk emosi yang sangat besar ketika bertemu dengan orang-orang seperti mereka.

Piero: Bagi kami yang paling berkesan adalah saat bertemu Celine Dion di acara amal untuk Haiti. Beliau berpesan pada kami untuk belajar, belajar, dan belajar.

Kalian masih sekolah?

Piero: Masih, tapi sejak satu tahun yang lalu kami ikut private school. Jadi setiap pergi tur keliling Amerika atau Asia, kami selalu membawa guru.

Rindukah dengan Italia?

Gianluca: Tentu saja, tapi kami di sini untuk mengejar mimpi. Jadi tidak apa-apa.

Piero: Kami masih bisa bertemu keluarga dan teman-teman lewat Skype. Teman-teman kami bangga sekali, setiap kami pulang ke Italia, kami selalu berpesta. Hahaha...

"Kami mendengarkan semua jenis musik, dari Elvis Presley hingga Lady Gaga."

Bagaimana rasanya jadi idola yang digandrungi banyak wanita?

Piero: Kemarin di showcase ada perempuan yang mengajak saya foto bareng, lalu saya rangkul. Sesudahnya dia berteriak, "He touched me! He touched me!" Wow.

Ignazio: Pernah juga ada laki-laki yang mengajak foto bareng dan dia menjerit-jerit heboh saat bertemu saya. Calm down, saya juga laki-laki, sama sepertimu. Hahaha...

Gianluca: Reaksi orang-orang menakjubkan banget. Kami nggak menyangka banyak anak muda yang ternyata suka dengan musik kami. Kami kira jenis musik seperti ini untuk yang di atas 30 tahun, tapi sekarang anak muda juga suka karena kami juga menyajikan lagu-lagi modern dengan aransemen baru supaya anak-anak muda suka.

Saat ini banyak sekali remaja yang jadi superstar seperti Justin Bieber, Miley Cyrus, dan sebagainya. Ada pelajaran yang bisa kalian ambil dari mereka?

Piero: Tidak. Kami Il Volo, dan kami nggak akan meniru musisi lain. Kami punya jalan sendiri. Kalau kami butuh saran atau pelajaran, kami akan mencontoh dari musisi yang sudah jauh lebih berpengalaman.

Musik apa yang kalian dengarkan?

Gianluca: Kami kan masih muda, jadi kami mendengarkan semua jenis musik, dari Elvis Presley hingga Lady Gaga.

Sebagai orang Italia, kalian tentunya suka sepakbola kan? Apa klub favorit kalian?

Piero: AC Milan!
Gianluca: Saya suka AS Roma.
Ignazio: Kalau saya, Juventus.

 

Video klip Il Volo - O Sole Mio: Chek this out >> Klik here

Il Volo menyapa penggemar di Indonesia:  Chek this out >> Klik here